IT Job Fair 2009
Now, my friend and i are in JIEXPO Hall C. we are joining IT Job Fair 2009 in JIEXPO Kemayoran..
it’s a big hall, but why it’s so empty,not many people here, but the facilities are great. I am writing this from free laptop n free internet that is one of the fascilities in this Job Fair..
as for the job that open to apply, i think they are quite good and the companies are good too..
wonder if i will get a job from this job fair..
let’s see a cople of weeks later ^^
Sariti vs Plastik Minyak Goreng
Kemarin saya dan dua orang teman kosan saya baru pulang dari jalan-jalan ke Bekasi. Kami memutuskan untuk langsung mampir ke bara (kawasan jajanan di daerah IPB Dramaga) untuk membeli makan sehingga kami tidak perlu ke bara lagi saat malam, karena kami sudah sangat capek dan ingin segera beristirahat.
Rupanya kami sampai terlalu cepat untuk membeli makan, karena warung-warung tenda yang biasa berjualan di sore sampai malam hari baru saja buka dan sedang beres-beres. Kami mendatangi salah satu warung tenda favorit kami yaitu “Sedap Malam” yang biasa kami panggil Sariti, saat Abangnya masih beres-beres. Kami pun memesan 3 menu yang sama yaitu penyet telor dengan perkiraan harga Rp. 5.000, teryata kami salah, karena harganya sekarang naik lagi menjadi Rp. 6.000. Kami tetap memesan karena makan adalah kebutuhan yang tidak bisa di tunda-tunda, walaupun harus merogoh uang lebih dari yang dianggarkan.
Saat sedang menunggu sambil ngobrol saya melihat sesuatu yang janggal pada penggorengan yang berada di atas api besar yang sedang berkobar. Saya melihat minyak goreng yang masih terbungkus rapih di dalam plastik tergeletak di dalam wajan. Saya sempa berpikir mungkin Abangnya akan segera mengangkat minyaknya dan menuangkannya ke dalam wajan, tapi ternyata setelah ditunggu-tunggu Abangnya tetap tidak mengangkat plastik minyak goreng tersebut, padahal saya tahu bahwa sebagian plastik minyak itu pasti sudah meleleh bercampur dengan minyak goreng.
ihhhhh…ngeri banget, jangan-jangan nih Abang bakal ngebiarin seluruh plastiknya lumer dan karet gelang pengikat plastik juga ikutan lumer..
jangan bilang gw bakal makan plastik + karet gelang lumer..mo jadi apa nih badan gw
Saya hanya dapat berpikir dalam hati tanpa berani mengatakan apa pun ke Abang penjualnya. Saat saya menengok ke teman saya ternyata dia juga melihat hal yang sama dan kami hanya bisa saling diam tanpa ada yang berani membatalkan pesanan dan pergi ke warung lain.
Akhirnya Abangnya mengangkat plastik minyak itu yang ekarang sudah meleleh setengahnya, tapi untung karet gelangnya tidak ikut meleleh. Setelah itu Abangnya memasakkan pesanan kami dan kami pun membayarnya dan segera pulang. Di perjalanan pulang kamibaru berani berkomentar dan menerka2 apakah seluruh warung enda di sekitar bara melakukan hal yang sama seperti warung Sedap Malam, dan kami pun bertekat tidak akan makan di Sedap Malam lagi, mengingat kami sudah banyak menumpuk plastik di dalam tubuh kami karena kami sering makan di Sedap Malam.
Ya Allah mudah2an tidak terjadi sesuatu yang buruk pada kami dan pada orang2 yang juga sering manakan disana…Aminnnn
Memang tidak dapat di pungkiri bahwa makanan terenak dan tersehat adalah makanan rumah atau makanan yang kita masak sendiri. Jadi buat yang sering jajan ada baiknya datang saat warungnya baru dibuka sehingga bisa melihat prosesnya dari awal.
Semoga pengalaman saya bermanfaat!
Seminar
Kemarin saya datang ke seminar salah satu teman sekamar saat masih di asrama TPB IPB. Dia adalah anak jurusan KPM (Komunikasi Pengembangan Masyarakat). Seperti biasa, dia memulai presentasinya dengan memaparkan tujuan, metodologi, dll, tiba-tiba di tengah presentasi dosen pembimbingnya, yang juga merangkap sebagai moderator, memotong presentasi teman saya dan bertanya macam-macam yang menurut Beliau tidak sesuai. Kejadian ini tidak hanya berlangsung sekali, tapi berkali-kali seolah tidak ada sesi tanya-jawab. Hal ini cukup mengejutkan saya karena selama mengikuti seminar di jurusan saya,Ilmu Komputer IPB, saya tidak pernah menemui hal seperti ini. Saat memasuki sesi tanya-jawab ternyata yang ingin bertanya cukup banyak, bahkan beberapa sangat bersemangat sehingga mengacungkan tangannya tinggi-tinggi, kejadian yang sangat jarang atau mungkin tidak pernah saya temui di jurusan saya. Mereka yang bertanya benar-benar BERTANYA, bukan pertanyaan asal saja, tapi pertanyaan berbobot yang mengenai sasaran tepat di tengahnya (JLEB!)…
“Ampuuuuun” pikir ku, “apa yang akan ku lakukan kalau aku di posisinya?bisa-bisa speechless and bingung ga jelas”. Setelah keluar dari ruang rabuan KPM saya sangat bersyukur, sekali lagi, karena saya anak ilkom yang peserta seminarnya jarang mengajukan pertanyaan yang memberatkan teman, yang dosennya tidak pernah memotong presentasi ditengah-tengah dan mengajukan pertanyaan yang memojokkan dan membuat konsentrasi buyar, yang pertanyaannya tidak menusuk dan menyulitkan tapi berupa saran ringan yang membangun. Walaupun saya tahu keadaan seperti yang dialami teman saya dapat membuatnya belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi tekanan dan perkataan yang “tidak enak” di depan umum sehingga membuat mentalnya sekeras baja (hiperbola…), tapi saya sangat tidak yakin bahwa saya dapat bertahan menghadapi tekanan seperti itu di depan umum karena sejak TK penyakit demam panggung saya tidak pernah sembuh ataupun mendekati sembuh. “Penyakit” ini lah yang membuat saya jarang mengajukan pertanyaan pada forum walaupun pertanyaan yang saya ingin ajukan cukup berbobot, karena saat saya mengucapkannya secara lantang ke forum maka ketika itu pula pikiran saya blank dan saya jadi tidak bisa menyampaikan maksud pertanyaan saya dengan baik dan mengakibatkan pertanyaan saya seolah-olah tidak bermutu,,,hiks..hiks..
Perjalanan berkunjung ke seminar belum berhenti sampai di situ, setelah dari KPM saya menghadiri seminar hasil teman sekos saya yang bertempat di ruang seminar Jurusan Matematika IPB. Seminar ini lebih aneh lagi, slide yang ditampilkan berisi teorema-teorema yang sangat tidak umum dan variabel-variabel yang “ngejelimet”. Saya benar-benar tidak dapat menangkap guna dari skripsi teman saya secara aplikatif. Tapi seminar ke-2 ini memberikan makanan yang OK! Yaitu burger kebab turki dan Coca Cola Zero (kesukaan teman saya), sehingga ketidakmengertian saya akan isi seminar ini pun terobati, hehehe…
Akhirnya berakhir pula perjalanan menghadiri seminar, kapan ya saya akan seminar seperti mereka?jadi iri! ^o^