Seminar
Kemarin saya datang ke seminar salah satu teman sekamar saat masih di asrama TPB IPB. Dia adalah anak jurusan KPM (Komunikasi Pengembangan Masyarakat). Seperti biasa, dia memulai presentasinya dengan memaparkan tujuan, metodologi, dll, tiba-tiba di tengah presentasi dosen pembimbingnya, yang juga merangkap sebagai moderator, memotong presentasi teman saya dan bertanya macam-macam yang menurut Beliau tidak sesuai. Kejadian ini tidak hanya berlangsung sekali, tapi berkali-kali seolah tidak ada sesi tanya-jawab. Hal ini cukup mengejutkan saya karena selama mengikuti seminar di jurusan saya,Ilmu Komputer IPB, saya tidak pernah menemui hal seperti ini. Saat memasuki sesi tanya-jawab ternyata yang ingin bertanya cukup banyak, bahkan beberapa sangat bersemangat sehingga mengacungkan tangannya tinggi-tinggi, kejadian yang sangat jarang atau mungkin tidak pernah saya temui di jurusan saya. Mereka yang bertanya benar-benar BERTANYA, bukan pertanyaan asal saja, tapi pertanyaan berbobot yang mengenai sasaran tepat di tengahnya (JLEB!)…
“Ampuuuuun” pikir ku, “apa yang akan ku lakukan kalau aku di posisinya?bisa-bisa speechless and bingung ga jelas”. Setelah keluar dari ruang rabuan KPM saya sangat bersyukur, sekali lagi, karena saya anak ilkom yang peserta seminarnya jarang mengajukan pertanyaan yang memberatkan teman, yang dosennya tidak pernah memotong presentasi ditengah-tengah dan mengajukan pertanyaan yang memojokkan dan membuat konsentrasi buyar, yang pertanyaannya tidak menusuk dan menyulitkan tapi berupa saran ringan yang membangun. Walaupun saya tahu keadaan seperti yang dialami teman saya dapat membuatnya belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi tekanan dan perkataan yang “tidak enak” di depan umum sehingga membuat mentalnya sekeras baja (hiperbola…), tapi saya sangat tidak yakin bahwa saya dapat bertahan menghadapi tekanan seperti itu di depan umum karena sejak TK penyakit demam panggung saya tidak pernah sembuh ataupun mendekati sembuh. “Penyakit” ini lah yang membuat saya jarang mengajukan pertanyaan pada forum walaupun pertanyaan yang saya ingin ajukan cukup berbobot, karena saat saya mengucapkannya secara lantang ke forum maka ketika itu pula pikiran saya blank dan saya jadi tidak bisa menyampaikan maksud pertanyaan saya dengan baik dan mengakibatkan pertanyaan saya seolah-olah tidak bermutu,,,hiks..hiks..
Perjalanan berkunjung ke seminar belum berhenti sampai di situ, setelah dari KPM saya menghadiri seminar hasil teman sekos saya yang bertempat di ruang seminar Jurusan Matematika IPB. Seminar ini lebih aneh lagi, slide yang ditampilkan berisi teorema-teorema yang sangat tidak umum dan variabel-variabel yang “ngejelimet”. Saya benar-benar tidak dapat menangkap guna dari skripsi teman saya secara aplikatif. Tapi seminar ke-2 ini memberikan makanan yang OK! Yaitu burger kebab turki dan Coca Cola Zero (kesukaan teman saya), sehingga ketidakmengertian saya akan isi seminar ini pun terobati, hehehe…
Akhirnya berakhir pula perjalanan menghadiri seminar, kapan ya saya akan seminar seperti mereka?jadi iri! ^o^
New Moon (Twilight Saga, Book 2)
“Bella, we’re leaving”
“When you say we-,” I whispered
“I mean my family and myself” Edward said
“I promise that this will be the last time you’ll see me. I won’t come back. I won’t put you through anything like this again. You can go on with your life without any more interference from me. It will be as if I’d never existed.”
Semua keluarga Cullens termasuk Edward pergi meninggalkan Forks. Edward meninggalkan Bella dan mengambil semua barang-barang yang dapat mengingatkan Bella kepadanya. Bella sangat terguncang dengan hal ini, dia menjadi limbung dan merasakan sakit yang sangat di hatinya, seolah-olah tedapat lubang besar di hatinya. Dia tidak bergaul dengan teman-temannya lagi, sehingga Charlie pun merasa sedih dan bingung.
Kesedihan mulai terasa berkurang saat Bella bersama dengan Jacob. Jacob menjadi matahari bagi Bella, Bella bisa tersenyum, bercerita dan bertahan saat bersama dengan Jacob, seolah-olah kehadiran Jacob menutup sedikit lubang dalam hati Bella. Hal ini tidak berlangsung lama karena Jacob tiba-tiba menghindari Bella tanpa sebab. Bella berusaha menemui Jacob di La Push, tapi dia mendapatkan sambutan yang mengejutkan. Jacob meninggalkan Bella dalam hujan dan dia berkata bahwa mereka tidak bisa berteman lagi. Bella menyadari bahwa Jacob tidak menambal lubang dalam hatinya, tapi Jacob justru membuat lubangnya sendiri.
Malamnya Jacob datang ke kamar Bella dan ingin memberi tahu Bella mengenai alasannya. Dia memberikan Bella sebuah clue yang akan menggiring Bella ke alasan mengapa Jacob harus meninggalkannya, karena sebenarnya Bella sudah tahu alasannya. Bella berpikir keras dan akhirnya dia mengetahui alasan Jacob yang sebenarnya. Bella berpikir pasti ada yang salah dengannya karena 1 monster dalam hidup saja sudah cukup, tapi kenapa di hidupnya terdapat 2 monster. Jacob telah berubah menjadi warewolf yang merupakan musuh dari vampir.
Tapi Bella sama sekali tidak perduli Jacob berubah menjadi apa, dia akan tetap menjadi teman dan matahari bagi Bella. Hubungan Bella dan Jacob kembali baik, dan Jacob sangat senang karena Bella tidak perduli dan tidak takut pada diri Jacob yang lain.
Bagaimanakah hubungan Jacob dan Bella selanjutnya?Apakah Jacob bisa membuat Bella melupakan Edward?Apakah hidup Bella benar-benar sudah aman dari vampir?Apakah Edward akan pulang kembali?
Penasaran? Baca bukunya ^o^
Twilight
“Who are they?” I asked the girl from my Spanish class, whose name I’d forgotten. “That’s Edward and Emmett Cullen, and Rosalie and Jasper Hale. The one who left was Alice Cullen; they live all together with Dr. Cullen and his wife.” She said this under her breath. “Which one is the boy with the reddish brown hair?” I asked. “That’s Edward….”
Bella Swan harus pindah dari Phoenix ,kota besar yang hangat dan penuh sinar matahari ,ke Forks, kota kecil yang selalu hujan dan bersuhu dingin, tempat dimana ayahnya tinggal. Hari pertama sekolah dia terpesona oleh sekelompok anak yang berwajah cantik, bahkan sangat cantik dan terlihat sangat berbeda dari anak-anak yang lainnya. Mereka adalah anak-anak keluarga Cullen dan Hale yang tinggal bersama di bawah asuhan Dr. Cullen dan istrinya. Kulit mereka lebih pucat dibandingkan dengan anak2 yang lain, wajah mereka sangat cantik dan tampan dan keberadaan mereka telihat sangat mencolok…mereka terlihat seperti bukan manusia.
Bella satu angkatan dengan Edward dan Alice, bahkan dia sekelas dengan Edward pada pelajran Biologi, tapi entah mengapa Edward terlihat sangat benci padanya, karena Edward memandang Bella dengan tatapan kemarahan, padahal Bella tidak melakukan apapun padanya. Keesokan harinya selama beberapa hari Edward tidak masuk sekolah, Bella merasa ini ada hubungannya dengan dia. Pada hari salju pertama turun Bella menyadari bahwa Edward masuk sekolah dan memandangnya dengan pandangan ramah, bahkan saat pelajaran Biologi Edward mengenalkan dirinya terlebih dulu dan mereka menjadi teman satu kelompok.
Banyak kejadian yang terjadi antara Edward dan Bella yang membuat Bella curiga bahwa Edward bukanlah manusia biasa, dia pasti sejenis Batman ataupun Spiderman. Saat Bella mengatakan pendapatnya kepada Edward, Edward berkata bahwa dia bukanlah pahlawannya, melainkan orang jahatnya. Secara tidak sengaja Bella berkenalan dengan anak sahabat karib ayahnya yang bernama Jacob Black, yang merupakan keturunan Indian. Jacob menceritakan mengenai legenda yang ada di sukunya yaitu bahwa keluarga Cullen adalah vampire yang telah ada dari pulhan tahun yang lalu, tidak bertambah tua sedikitpun. Mendengar hal ini Bella memastikan hal ini ke Edward, Edward terkejut tapi tidak membantah, sehingga Bella yakin bahwa Edward adalah vampir, tetapi Bella tidak merasakan takut sama sekali terhadap Edward walaupun Edward sering memperingatinya agar hati-hati dan jangan terlalu dekat dengannya, walaupun Edward tidak meminum darah manusia, dia hanya minum darah binatang2 besar. Akhirnya hubungan mereka berlanjut ketahap yang lebih jauh, karena Bella telah jatuh cinta pada Edward, begitu pula Edward, tapi mereka punya masalah yaitu bagi Edward bau darah Bella adalah bau yang sangat dia sukai, itulah sebabnya hari pertama mereka bertemu Edward bersikap tidak ramah karena dia menahan keinginannya yang besar unuk meminum darah Bella. Apakah Edward sanggup menahan godaan untuk tidak mengisap darah Bella?Apakah yang akan dihadapi oleh cinta antara vampir dan mortal?